Minggu, Mei 31, 2009

Cerita Kiriman : “Saya Bukan Super Mama”


Saya, perempuan, 31tahun, menikah, 1 suami, dan 1 anak perempuan usia 2 tahun 4 bulan. Saya perempuan bekerja (working mom) juga ibu rumah tangga (full time mom).

Sebagai perempuan dengan status ganda, saya harus punya 'simpanan energi' untuk melalui hari-hari saya, yang panjang, padat, dengan sederetan to do list seharian.

Mulai bernyawa subuh-subuh dan terlelap tengah malam. Bersiap mengerjakan urusan rumah tangga, memberi makan si kecil hingga rapih, berkemas dengan tergesa-gesa untuk menuju tugas selanjutnya, ke kantor. Untung saya bukan perempuan pesolek, yang harus menyediakan waktu khusus untuk menggambar alis, menggambar bibir, memperindah wajah. Untunglah… hehe…

Ups....., setiap to do list yang selesai memberikan energi baru buat next list. Baik itu sederetan tugas rumah juga tugas di kantor. Selesai satu, menarik nafas dulu, atau meregangkan pinggang yang sedikit kaku, meneguk secangkir kopi, siap-siap untuk tugas selanjutnya. Itu pun, kalau tidak mendapat hardikan dari bos, untuk merevisi kerjaan. Tega deh si pak bos!!!

Yup... mungkin aktivitas saya –yang notabene bekerja, bersuami, beranak- bagi sebagian orang adalah standard, cetek, biasa aja, dan ga ada apa apanya. Mungkin, perempuan lain, punya aktivitas yang lebih wah, lebih oke, lebih keren, dan lebih mendatangkan decak kagum..

Hehe,.. Saya ga mentingin pendapat orang lain,kog. Saya, hanya mencoba bercerita sedikit saja bagian dari saya, yang mungkin bisa menjadi gambaran ibu bekerja yang harus membagi waktu 24 jam sehari. Kamu juga punya waktu 24 jam, kan?

Saya sangat bersyukur. Saya bahagia dengan hidup saya, yang sering tampak sebagai rutinitas biasa. Dari hari Senin ke Minggu. Dari subuh hingga tengah alam. Semua sama. Tidak ada hal yang istimewa. Mungkin, sesekali bisa ada perbedaan, itu pun kalau papa mengalah dengan rengekan dan rayuan saya, atau si kecil dea, untuk melenggang ke mall, sekedar cuci mata atau membeli kebutuhan rumah. Bisa juga, sekedar mengantar dea bermain kuda-kudaan di mall dekat rumah, naik bajaj pula.

Puji Tuhan. Saya selalu menjalaninya. Selalu berusaha lebih baik tiap hari. Mencoba tidak bersungut-sungut jika ada list yang terlompati, tak terlaksana, karena sesuatu hal. Juga, saat terkena siraman omelan di kantor, oleh si bos berkumis tebal. *tak boleh membawa kekesalan ke rumah*


Dari tugas sebagai istri dan ibu, saya masih pemula, yang harus banyak belajar. Belajar menjadi perempuan. Belajar menjadi ibu. Belajar menjadi istri.

Kendati, masakan saya belum lolos sensor dari lidah suami, tak membuat saya putus asa. Hari ini tak nikmat, coba lagi menu lain besok… Jika besok masih terasa hambar, berusaha terus semangat. Lusa masih terasa “dekat dengan laut” (alias keasinan), pantang mundur, coba terus.

Hehe.. Secara, saya tidak rutin memasak buat papa. mungkin mengakibatkan jam terbang memasak masih belum banyak. Tentu, istilah practice makes perfect, berlaku juga dalam hal ini, kan?

Belum lagi jika menyediakan masakan buat dea. Pfiuh...ini lagi kerjaan yang menguras energi tiap pagi jikalau week days , dan sepanjang hari jika week end. Mencoba resep ini itu, dilepeh disembur, dilahap habis, sudah menjadi warna tersendiri.. Ga apa, saya masih punya energi buat lebih baik lagi.. Komitmen untuk selalu belajar dan belajar, mudah-mudahan membuat saya tetap memiliki energi.

Saya bukan super mama. Saya masih terus belajar. Keinginan saya hanya sederhana. Saya hanya mau menjadi perempuan terindah di mata suami dan menjadi mama tersayang buat dea. Papa dan dea, dua manusia, penambah energi saya, yang sangat saya cintai.

gambar : http://gettyimages.com

4 komentar:

Kiara Van Lajangdanmenikah mengatakan...

*terharu*

Salut buat Mamadea. Semoga saya juga bisa jadi seperti itu, suatu saat nanti, kalau sudah waktunya. :)

reallylife mengatakan...

semuanya mang butuh proses, jadi tetap semangattt untuk terus belajar ya, karena semua itu adalah proses

ceritaeka mengatakan...

Sooo sweet...

atetamom mengatakan...

in somehow mamadea..dirikuh juga pernah merasakan kecapean itu..tapi hey..itulah yang memcedakan kita dengan para pria..lebih tough..buat para pria jangan ngambek yah :D

Blog Widget by LinkWithin