Kamis, Mei 21, 2009

A Beautiful Ghost From The Past


Cecilia Agatha and Illona Maya are now friends.

Begitu notifikasi yang gue baca di wall Facebook gue. Ah, diterima. Perasaan gue campur-campur. Senang. Deg-degan. Sebal. Pokoknya aneh lah. Gue pun membuka profilenya. Dan fokus gue langsung tertuju pada status relationshipnya.

Illona Maya is engaged with Andrew C. Quentin.

Oke, situ sudah tunangan, kenapa kegatelan gitu sih sama laki gue? Itu rutuk gue alam hati. Lalu, gue beralih pada wallnya, mencari-cari apa yang ditulis oleh Chris, laki gue. Kalau mengingat betapa 'seru'nya pesan-pesan yang ditinggalkan Illona-illona ini, gue yakin kalau Chris juga meninggalkan pesan yang nggak kalah serunya.

Sumpah deh, selama beberapa minggu ini gue ngerasa tersulut setiap ngeliat pesan dari Illona ini di wall Chris. Apalagi kemarin-kemarin pas frekuensinya sedang tinggi; Illona meninggalkan pesan, setidaknya tiga kali lah dalam sehari, kayak minum antibiotik. Kalau sekarang, sudah sehari sekali. Seperti minum vitamin.

Terakhir sih kemarin, Illona menuliskan : Yuhuuu, Dear. Are you online? YM dong...

&^$#^#@&#*!

Jadi, hubungan mereka... sudah sampai ke YM segala!!!!

Di halaman depan wall postnya, nggak ada pesan Chris. Gue menscroll-down layar untuk menemukan Show more posts.

Masih nggak ada.

Show more post.


Masih nggak ada.

Show more post.


ADA!

Dua.

Eh, lo inget si Haryo nggak? Masih suka kontak2an? Dia ada FB nggak sih?

yang satu

Gue baik, Lon. Di Bali sekarang. Pa kabar lu?

Itu saja.

Dan gue pun kekeuh sumrekeuh menekan show more post. Nggak ada lagi pesan Chris. Yang gue temukan malah : Illona Maya and Christian Yuda Wibisono are now friends.

Kok aneh ya? Kenapa Illona membanjiri wall Chris dengan begitu banyak pesan, kalau Chris sama sekali nggak mereplynya?

...

Christian Yuda Wibisono. Suami gue. Gue kenal dia sejak kuliah, tingkat dua. Karena hobi yang sama, fotografi, dan sama-sama jadi pengurus klab fotografi kampus, kami jadi bersahabat. Dulu, dia masuk ke dalam jajaran pria-pria macan kampus *alah*. Maksud gue, jajaran to-die-for-hunk yang dikejar-kejar oleh para kembang perawan kampus. *alah lagi deh.*. Dan gue selalu jadi saksi gimana cewek-cewek itu tried too hard to impress him. Gimana cewek-cewek itu kelojotan dan meleleh-leleh setiap Chris menghampiri mereka. Padahal kadang-kadang Chris cuma nanya, "mbak, toilet di mana ya?" (ini tentu gue lebay sumrebay). Nggak ada cewek yang nggak naksir dia. Termasuk gue.

Tapi selama kuliah, gue terlalu takut untuk menunjukkan perasaan gue pada dia. Dan sialnya (untungnya?) dia bukan tipe-tipe womanizer yang kadang kadar sensitivitasnya terhadap rasa suka cewek berlebihan. Bok, ganteng-ganteng gitu, dia lempeng. Kadang gue suka nyela,"Ganteng tuh kudunya playboy." yang dibalasnya dengan toyoran hangat di kepala gue. Berdasarkan ceritanya, dia pacaran baru dua kali. Sekali waktu SMA, selama tiga tahun dan putus karena ceweknya kuliah di Amrik dan ternyata nyangkut sama bule, lalu memutuskan untuk menikah muda dengan bule tersebut.Yang kedua, waktu kuliah. Nah, jatuh cintanya Chris waktu kuliah, bikin gue nyesek.Soalnya selama kuliah itu, dia menganggap gue sahabat terbaiknya, yang artinya gue jadi wadah penadah curhatannya di segala bidang; termasuk percintaan. Bisa bayangin nggak siiiih, cowok yang lo taksir, nyeritain bahwa dia jatuh cinta pada cewek lain.

"Gue suka banget sama Illona."

kriiik...kriiiik...kriiiik.

Gue terdiam, sementara gue ngerasa banget, hati gue mrotol menjadi kepingan-kepingan dan berjatuhan di perut gue.

"Cil?"

"Eh, ya?" dan gue pun gelagapan. Lalu pura-pura tersenyum dan menunjukkan sikap mendukung ala sahabat.

Ah tae banget lah rasanya. :)

To make long story short (atas dukungan gue! $$&*^&*^**&&!), mereka jadian.

Gue nggak pernah dekat dengan Illona, walaupun Illona berusaha untuk menjadikan gue 'sahabat'nya juga. Gue nggak suka tu cewek. Dan sialnya, gue nggak bisa menyembunyikan rasa sebal gue padanya. Entah ini gue aja yang sirik, atau emang bener, tapi gue ngerasa, Illona selalu menunjukkan sikap mesra berlebihan pada Chris, kalau gue ada di dekat mereka.

Mereka jadian cukup lama, dari pertengahan tingkat dua, sampai menjelang skripsi. Dan selama jadian itu, gue masih juga menyaksikan, betapa banyak cewek-cewek berusaha merebut perhatian Chris. Pada akhirnya mereka putus, karena beda agama. Chris patah hati banget. Dan... curhat lagi ke gue.

Again, to make long story short, sebut saja istilah witing tresno jalaran soko kulino. Gue sama Chris begitu terbiasa, akhirnya, nggak tau awalnya dari mana, tiba-tiba tercetus sebuah kalimat dari bibirnya,"Menikah dengan sahabat itu pasti menyenangkan, ya? Karena kita udah kenal sahabat kita luar dalam."

Dia nggak nembak gue, tapi kualitas hubungan gue 'meningkat'. Dari yang 'sekedar' sahabat, kini jadi sahabat... with lust*haha*

Dan, setelah setahun, dia melamar gue. Gue mengiyakan. Dan menikahlah kami dua tahun yang lalu.

Nggak, gue nulis ini bukan mau menceritakan tentang hubungan kami yang happy ending ala dongeng Walt Disney's. Walau pun, gue bahagia banget bisa menikah dengan Chris. Cowok yang gue cinta sejak gue kuliah, dan hubungan kami mulus-mulus aja.

Eh, wait. Mulus-mulus aja, sampai gue menemukan bahwa Illona, cewek sialan itu muncul lagi di kehidupan kami via facebook. Sial!

Sejak itu, gue jadi nggak tenang. Banyak hal yang bikin gue kelimpungan.

Gue tahu bahwa mereka putus dengan baik-baik, nggak sebel-sebelan --- keadaanlah yang bikin mereka nggak bisa bersatu. Bahwa cinta mereka 'dalem' banget (setidaknya waktu itu). Bahwa Chris sempat mengalami TBKLH -tak bisa ke lain hati- cukup lama (sampai akhirnya jadi deket dengan gue).

Dan sekarang, wajar banget nggak sih kalau gue merasa nggak tenang?

Oke, seharusnya gue bertahan, memercayai Chris sepenuhnya, apalagi kalau melihat bahwa sebenarnya Chris itu nggak menanggapi Illona-illona ini.

Tapi melihat betapa gigihnya Illona, apa nggak mungkin, pertahanan Chris luruh dan terjadilah CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali? Dan, tadinya, gue sempat percaya perkataan Alexa, bahwa target Illona itu bukan Chris, tapi gue. Illona pengen bikin gue kelimpungan (yang mana dia telah sukses ya bok). Tapi, sekarang gue mulai berpikir kembali.

Jangan-jangan... Illona MEMANG masih menginginkan Chris.

Arrrgh!

gambar tentyunya dari sxc.hu

7 komentar:

Ade mengatakan...

Ah.. Facebook memang bisa membuka cerita lama..

tapi kita ga hidup di masa lalu kan? we have to move on.. *easy to say, difficult to do!*

-maynot- mengatakan...

Ehm...

*gw tiba2 merasa bersalah pada para istrinya "mantan2" gw, karena meng-add suami mereka di FB... HUAHAHAHAHA....*

pashatama mengatakan...

mantan gua ada semua di fb kecuali 1, hahahaha.... bahkan di foto wedding gua ada foto bareng salah satu dari mereka. dan skrg gua lagi nunggu dia aplot foto kita di nikahannya dia. hihihi...
mantan kok akur, biariiiinnn.... sapa tau sekali waktu butuh :))

mel@ mengatakan...

pernah gitu tuh... hihihi...
ada banyak komen dari temen-temen cewe waktu dia sma...
lah... aku kan ga tau yang naksir dia yang mana...
untung suami sering buka facebook dia barengan sama aku...
jadi... pas dia ke toilet sekalian aja liat tuh wallnya mereka...
daannnn... tenanggg doonggg jadinya...
hehehe... hmmm... harga diri ga jatuh gara-gara add request ke mereka... tapiii tetep bisa lihat wall mereka...

cecil VanLajangdanMenikah mengatakan...

ade :
iyeeee, ngomongnya gampang, tadinya gue juga suka bilang gt.. tapi bgt ngalaminnya. Aduh!

maynot:
tapi pake centil2an ga sama mantan?;-)

pashatama:
suatu waktu butuh.. untuk? hihi...

mel@:
duh, jadi harga diri gw jatuh ya? Siaaal... dah kepikir dari kapan tau, tapi...

ah sudahlah...

IKE mengatakan...

sayah c baru mo ngalamin... sbg si sahabat... ihikz...

Yulia mengatakan...

Aku nge-Add FB cewe yg suka ganggu2 suamiku akhir2 ini...
sekalian kirim message "Temen suamiku temenku jg kan?"
ehh sampe sekarang belum di approve tuhh.. atau mungkin di Ignore.

Blog Widget by LinkWithin