Rabu, September 23, 2009

Cerita Kiriman : Ternyata Saya Hanyalah Istri Kedua!

Dikirim oleh : Swastika Nohara

“Jadi, boleh nggak beli tiketnya?” suara suami saya terdengar membujuk, eh, memaksa namun dengan nada membujuk.

“Emang bisa dilarang?” jawab saya pasrah.

“Beli dua ya? Kamu mau juga kan?”

Pletaaaak! Saya menjitak Ucup. Ehm, pelan sih. Tapi dia tahu itu artinya ‘TIDAK’.

Enak aja! Cukup 90 poundsterling (kurs saat itu kira-kira 1,5 juta rupiah bo!) melayang buat beli satu tiket pertandingan sepak bola. Saya sih mending dikasih mentahnya aja, trus bisa menjelajah gerai Miss Selfridges atau Top Shop lah… *tanduk belanja mulai nongol dikiiit *

Kami berjalan bergandengan tangan *tsaaah!* di luar stadion tempat derby Manchester United vs Manchester City akan berlangsung sejam lagi. Stadion udah penuuuh banget sama manusia-manusia penggila bola, dan Ucup udah gatel aja pengen cepat-cepat gabung sama mereka.

Maka dalam hitungan detik Ucup segera melipir ke pojokan entah mana bareng si calo tiket. Yeah, di Inggris pun ternyata ada juga yang namanya calo tiket. Bedanya, mereka jualannya lebih ati-ati dari yang jual narkoba! Kasak-kusuk nawarin barang lalu transaksinya secepat kilat sambil ngumpet di tempat yang nggak keliatan polisi.

Ucup pun jejingkrakan memamerkan tiket di tangannya sebelum melesat masuk ke stadion. Hhhm… dua jam lebih nih saya harus nunggu. Apakah saya sengsara? Tentu tidak. Saya pun memacu langkah ke sebuah shopping mall tak jauh dari stadion. Window shopping, lalu duduk di coffee shop. Saya bersedia pergi nemenin Ucup ke stadion kan setelah liat peta dan menemukan ada shopping mall dekat stadion! Hehehe…

Setahun awal menikah kami habiskan di London. Tepatnya saya tinggal di London (sepenuhnya atas biaya pemerintah Inggris, cihuy!) sementara Ucup tinggal di Budapest, Hungaria. Ini terpaksa, setelah Ucup cari-cari kerja di London malah dapetnya di Budapest. Mungkin pikirnya, mending ambil kerjaan di Eropa Timur itu dari pada tinggal di London dengan status ‘ikut istri’. Apalagi uang beasiswa yang saya terima memang ngepas banget. Penerbangan London-Budapest cuma sekitar 2 jam, plus ada Easy Jet yang harga tiketnya murah meriah dan mudah (bookingnya). Okelah. Saya pun senang.

Jadwal kunjungan kami atur sesering mungkin. Saya yang waktu itu mahasiswa S2, jelas lebih fleksibel waktunya. Sementara Ucup harus cuti atau membujuk rayu rekan kerjanya untuk tukar shift. Dasar namanya gila bola, saban kali datang ke Inggris Ucup selalu mengisi waktu dengan nonton sepak bola, mengisi tujuan plesir dengan mendatangi stadion sepak bola, dan pergi ke pub yang ngadain nonton bareng sepak bola!

Baru belakangan saya tahu, Ucup selalu nyocokin jadwal kunjungannya ke Inggris biar pas sama jadwal pertandingan klub yang ia suka. So seeing me wasn’t his priority at all! Belum juga setahun kawin, saya harus menerima kenyataan kalau saya ternyata adalah istri kedua.

“Please meet my first wife. Her name is football… and darling, just never get jealous if I spend more Saturday nights with her,” kira-kira gitu deh kalimat yang muncul di kepala saya saat terpaksa rela ‘dikacangin’ Ucup demi nonton sepak bola.

Berikut kronologis proses penyadaran bahwa saya hanyalah menduduki tempat kedua di hatinya, setelah sepak bola *ooh… * :

Munich.

Pertama kalinya saya bengong melihat Ucup jejingkrakan gak karuan setelah tiba di Olympia Stadium untuk nonton Bayern Muenchen vs Dortmunt (cukup ajaib bahwa saya masih inget klub mana yang main). Saya pun segera beranjak ke pusat kota Munich, jalan-jalan sambil menunggu pertandingan selesai.

Amsterdam.

Ucup berfoto di setiap sudut stadionnya Ajax, di depan semua logo Ajax yang dia temui. Karir saya sebagai fotografer privat buat Ucup pun dimulai. Beberapa hari kemudian, Ucup tanpa sengaja mengover write foto-fotonya itu dengan foto lain! Dan saya pun bengong ngeliatin dia gulung-gulung dilantai menangisi foto-fotonya yang terhapus...

London.

Bersama ribuan England football fans, di sebuah taman yang luaaas kami nonton layar tancep pertandingan Inggris vs Paraguay di World Cup 2006. Namanya lagi summer gitu ya, saya pake rok dong! Summer dress ceritanya. Eh, ternyata rusuh! Para suporter itu berantem, sampe mecahin pintu kaca dan chaos total. Duuuuh…. Sumpah deh, enggak banget mesti mengevakuasi diri dari puluhan suporter bola yang ngamuk, sementara saya pake rok span!

Jakarta

Sudah jam 00.30 ketika kami parkir di halaman EP, sebuah pub di area Kemang. Ucup sekali lagi bertanya, “Beneran gak mau ikut masuk?” Saya hanya menggeleng, lalu mengatur sandaran jok mobil supaya enak buat rebahan dan mulai memejamkan mata. Ucup pun menyerahkan kunci mobil, segera melompat keluar mobil untuk nonton bola di pub itu.

Saya? Seperti biasa, tidur di mobil sambil nunggu pertandingan selesai… Much better than sitting with a bunch of guys who pay no attention to anything but the game and their beers!

With all its wicked ups and downs, I'm enjoying this ride!

Sumber gambar : sxc.hu

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Lucu! :))

BTW, gw buka-buka arsip lama, ternyata yang banyak bgt nulis Mbak Okke yah? gw pikir kalo bagian cerita nikah, bukan Mbak Okke,taunya ada beberapa yang mbak Okke juga :) kereeen.

Penikmat Buku mengatakan...

qiqiqiqiqiqi...itu juga nimpa bundaku yang harus rela nungguin suaminya nongkrongin tipi, hmmm...tapi gak separah mbak okke kale :P

okke mengatakan...

anonim & penikmat buku :
hehe,iya kocak, tapi ini bukan tulisan saya lho, ini cerita kiriman, yang ngepost kebetulan saya. Ini ceritanya Swastika Nohara, di bawah ada tuh... :) Pokoknya kalo ada tulisan Cerita Kiriman, berarti itu kiriman *ga mau ngambil kredit*

Eka Situmorang-Sir mengatakan...

Haduuuh laki tuh, gak cuma bola.
Moto GP plus F1 juga maniac.. :(

jd curcol :P ehhehe

nyonyakecil mengatakan...

gw juga heran tuh suami gw betahhhh banged nongkrongin ESPN-Sport (TV kabel), mulai sepakbola, tenis, tinju, golf - apapun.
Pagi-pagi setel sport.
Pulang kerja setel sport.
Malem-malem sebelom tidur, sport lagi!

Gw aja segila-gilanya ama infotainment eneg juga klo nonton lebih dari 3 jam :P

Ade mengatakan...

Baca judulnya agak2 gimana gituh.. ternyata o ternyata :-D

nYam mengatakan...

lagi hamil, kepleset di toilet. dan sang suami lebih bela-belain ngeliat siaran langsung bola ketimbang mijit lutut istrinya yang bengkak.

sigh.

Blog Widget by LinkWithin