Jumat, Februari 24, 2012

PASSWORD

5 komentar
Meskipun saya nggak begitu senang nongkrong, tapi sesekali saya iyakan juga ajakan nongkrong beberapa kawan; yaaa, supaya saya tidak terlalu ketinggalan gosip update keadaan beberapa kawan, lah. :D

Jadi di sesi pernongkrongan terakhir dengan sekelompok kawan, saya mendengar bahwa kelompok yang itu sedang meributkan pacar salah satu dari mereka yang ketahuan selingkuh. Oh, yang dimaksud tentu saja tidak ada di sana yah. Biasanya kalau nongkrong kan begitu, curhat atau menceritakan tentang orang yang tidak ada di sana. Ngaku nggak? :))

Konon, perselingkuhan sang pacar diketahui lewat... e-mail-nya. Tidak diceritakan bagaimana si kawan ini bisa log in ke inbox sang pacar. Tapi canggih ya? Mendadak saya nggak mau cari gara-gara dengan si Mbak itu. Serem. Bisa buka-buka e-mail.

Lalu terbahaslah topik : pentingnya mengetahui password segala akun internet pasangan.

Salah satu dari mereka bilang, e-mail (dan akun-akun internet lain) adalah perkara pribadi dan rahasia individu; menurutnya, mau sudah pacaran atau suami istri, tidak berarti semuanya harus dishare, kita harus menyediakan satu ruang 'rahasia' untuk kita sendiri. Makanya orang ini menolak untuk memberitahukan password semua akun internet pribadinya pada pasangan; dan sekaligus juga tidak pernah meminta password akun apapun milik pasangannya.

"....bukan berarti dengan begitu gue berniat berselingkuh, ya? Tapi kalau semua dibagi, nanti lama-lama kita bisa kehilangan jati diri."

Ada yang menimpali, bahwa hubungan itu adalah masalah keterbukaan. Dengan memberi password akun internet adalah salah satu bentuk keterbukaan itu; untuk menunjukkan, tidak ada apapun yang disembunyikan di antara mereka. Orang ini, tentu saja memberikan password semua akun internetnya, dan mewajibkan pasangan untuk memberikan password akun-nya sebagai balasan. Dan secara berkala mengeceknya.

"... ya ini sih cara gue ya, untuk menjaga keterbukaan sekaligus mengantisipasi segala bentuk perselingkuhan..."

Lalu, yang lain membagi kisahnya. Ia dan pasangan membuat akun berdua, dari e-mail sampai facebook sampai blog. Twitteran saja yang nggak, karena mereka nggak twitteran.

Nah, kalau saya?

Baik-baik saja, terima kasih. Kamu? :D

Partner saya tahu sih password saya, gara-garanya ada yang mengirim e-mail pekerjaan, tapi saya tidak sedang berada di tempat di mana koneksi internet itu mudah. Ya sudah, saya minta tolong partner membukakan e-mail tersebut buat saya. Oh, saya pun tahu password e-mailnya, kasusnya sama, ada e-mail penting untuknya, tapi ia sedang tidak bisa bersentuhan dengan internet.

Jadi kami saling tahu password e-mail masing-masing tidak semata atas nama keterbukaan juga sih, atas nama ada sedikit kepentingan pribadi. Daripada kehilangan pekerjaan gara-gara telat buka e-mail ya bok? :))

Tapi saya nggak tahu password akun-akun lain miliknya. Dan merasa nggak perlu tahu. Paling kalau ada perlu, dia bakal kasih sendiri. :D Dan sebaliknya, dia juga nggak pernah tanya-tanya, dan jelas saja kalau semisal satu saat nanti saya perlu, ya saya kasih juga. :)

Nggak takut partner macem-macem lewat akun-akun itu? Yaaa, itu cuma e-mail. Itu cuma akun internet, sementara sebenarnya 'media' untuk macem-macem itu banyak, bukan cuma e-mail dan akun-akun internet saja, ada ponsel misalnya. Atau ada hotel *eh*

Trik-nya juga banyak, gimana pintar-pintarnya pelaku saja. Misal, menghapus jejak setelah mengirim-ngirim pesan yang tidak-tidak. Membeli ponsel khusus. Membuat e-mail baru. Dan sejuta trik lain.

Mengetahui password nggak menjamin keamanan hubungan dari orang ke-tiga juga sih. Mau dibilang meminimalisir kemungkinan, kata saya juga nggak, ini sih gimana orangnya dan ada banyak jalan menuju ke sana, buat yang memang pengin dan niat. Dan perkara keterbukaan, ah sutralah, nggak jamin juga kan kalau pasangan mau memberikan password-nya berarti ia sudah terbuka? Karena bikin e-mail dan akun-akun lain itu mudah, Kamerad! :)

Ya tapi nggak berarti boleh saja sembarang ngasih password juga sih ke pasangan, lihat dulu lah orangnya, kasih waktu beberapa lama untuk mengamati pacar. Yang namanya manusia, kan, tak luput dari kekhilafan, siapa tau satu saat kita khilaf milih pacar. :D

Kalau semisal berasa 'ada yang nggak beres', seperti cemburuan, insecure, manipulatif, saiko dan lain-lain, mending nggak dikasih, daripada tau-tau dia menyalah gunakan akun-akun kita untuk merugikan kita?

Jadi intinya, tau password akun-akun pasangan, nggak berarti aman dari perselingkuhan, tapi sembarangan ngasih password ya jangan juga.

Oh, selain hati-hati ngasih password akun-akun tersebut, hati-hati juga ngasih password ke.............. hati kita.

*EAAAAAAA*

Sumber gambar : gettyimages

Rabu, Februari 22, 2012

Dandan Nggak Dandan Asal....

4 komentar
Awalnya ini tentang saya. Iya, saya. Saya yang sekarang lagi rajin mendokumentasikan apapun yang saya pakai setiap hari di mengunggahnya di facebook dalam folder khusus. Saya yang sering membuat tutorial dandan-berdandan di http://www.looxperiments.com. Nggak ada maksud apa-apa sih. Doyan saja. Disebut pamer juga bisa. Anggap saja sama dengan orang-orang yang mengunggah foto-motret-sendiri atau foto 'lihat-balita-saya-sedang-lucu-lucunya!'

Iya, awalnya tentang saya.

Mereka bilang kenapa saya jadi ganjen dandan-berdandan. Mereka tidak tahu dari dulu saya memang ganjen *eh*.

Ya nggak segitu gila dandannya sih saya. Saya hanya suka berpenampilan rapi dan baik, sambil sekali waktu eksperimen dandan atau berpakaian. Salahkan ibu saya, karena dari kecil dibiasakan untuk selalu berpenampilan baik dan dilarang dekil. Eh, jadi ingat, waktu kecil, sekitar umur 5 tahun, saya menolak memakai baju yang disiapkan nenek setelah mandi dan hendak pergi ke satu tempat. Kata nenek saya, saya menolak karena baju yang disiapkan adalah baju rumah, bukan baju untuk keluar rumah. Padahal baju rumah-nya nggak jelek juga. :D

Cuma baru sekarang-sekarang saja saya menampilkan keganjenan saya di media sosial. Ya iyalah baru sekarang, dulu kan mana ada itu Facebook-lah, Twitter-lah.

Sekarang ini, saya lebih memilih untuk berkata dalam hati 'Apa kata lo lah, Nyet', setiap ada yang mengomentari, dan hanya menampakkan cengiran. Habis dari yang sudah-sudah, kalau ditanggepin, jadinya ribut. Nah, begitu pula dengan komentar mereka.

'Ya wajarlah dandan banget, kan masih single, biar laku. Kalau sudah nikah sih, kan nggak ada yang pengin dibuat terpesona.' yang ngomong memakai t-shirt yang lebih pantas dijadikan pakaian tidur.

Walaupun sangat gatal untuk membalas,'Biarpun nanti misalnya saya nikah, saya sih tetap menolak berpenampilan dekil seperti buntelan kentut gitu.'

Tapi ya sudahlah ya, nyengir saja. Tokh, tuduhan mereka salah, saya nggak dandan-berdandan sebagai trik cari laki. Saya dandan berdandan, karena saya terbiasa dan saya suka. Titik.

Eh nggak dinyana, tanpa perlu mengeluarkan argumentasi apa-apa, mendadak orang lain, yang ada dalam kelompok tersebut menyanggah. Mereka telah menikah, dan mereka setipe dengan saya : ganjen dandan-berdandan.

'EEEH, jangan gitu juga loooh. Sebagai perempuan menikah, kita juga harus tetap menjaga penampilan, nggak mau kan suami kita berpaling ke perempuan lain, gara-gara kita nggak dandan, nggak jaga bentuk badan?'

Pernyataan ini, membuat topik pembicaraan menjadi bukan saya lagi.

Kata perempuan-perempuan-nikah-dandan ini, mereka malah justru semakin menjaga penampilan dan bentuk badan setelah menikah. Untuk mempertahankan suami, supaya nggak 'gatal-gatal' di luar.

Dan saya ternganga mendengar berbagai usaha mereka, menjaga pola makanan gila-gilaan, berolahraga gila-gilaan, merawat diri di salon teratur, di rumah teratur, dengan misi supaya suami tetap tergila-gila pada mereka. Pasti biaya perawatannya mahal.

Obrolan benar-benar bukan tentang saya lagi, tapi tentang mereka.

Yang satu bilang, kalau sampai berpaling karena bodi, maka cinta suami sungguh dangkal. Yang lain panas, bilang, bahwa pria adalah mahluk visual yang akan serta merta beralih pada yang berpenampilan kinclong, kalau setiap hari disuguhi tampang berminyak bodi berdaster.

Mereka jadi cela-celaan. Dan suasana memanas.

Saya jadi berpikir, kenapa perkara dandan doang jadi pada ribut ya? Mbok ya bebaskan saja. :D

Tapi, ah biarlah. Seru banget, lho, selama topik pembicaraan bukan saya. :)



sumber gambar : gettyimage

Kamis, Februari 09, 2012

Kalau Miss Aktivis Twitter Bercinta

6 komentar
Alkisah, Miss Aktivis Twitter dan pacarnya terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh. Surabaya - Jakarta. Dua-duanya memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah masing-masing, di perguruan tinggi masing-masing, di kota masing-masing.

Mereka hanya bisa bertemu enam bulan sekali, saat liburan semester. Untunglah hubungan mereka terjadi bukan di zaman kirim-mengirim berita melalui pos atau burung merpati; jadi komunikasi lancar melalui telepon. Hanya telepon. Iya, sang pacar bukan penggemar media sosial, punya akun FB saja Miss Aktivis Twitter yang memaksa-maksa, supaya bisa menuliskan relationship status : in relationship with dan menambahkan nama sang pacar di belakangnya.

Miss Aktivis Twitter nggak menyangka, ketika suatu malam, di tengah ritual bertelepon mereka, sang pacar bilang, akan mengunjungi Miss Aktivis Twitter di Jakarta.

Tentu saja Miss Aktivis Twitter sangat girang. Sejak seminggu sebelum kedatangan sang pacar ke Jakarta, Miss AktivisTwitter kerap menunjukkan perasaan bahagia itu melalui akun twitternya.

MissAktivisTwitter Senaaang, bakal ketemu patjaaar seminggu lagi. No more Galauness #baladaLDR

MissAktivisTwitter bagi pasangan yang menjalankan hubungan LDR, nggak ada lagi yg bs bkn mereka merasa 'hidup' selain bertemu pasangannya #baladaLDR


Membuat semua pengikutnya di twitter ingin sekali berkata : Iya, @MissAktivisTwitter, kami mengerti.

Tibalah saat yang sangat Miss Aktivis Twitter nantikan. Miss Aktivis Twitter menjemput sang pacar di bandara, alih-alih menyetir mobil orangtua sendiri seperti biasanya, kali ini ia memilih menggunakan taksi. Ia sudah berdandan cantik sekali, ingin mempesona sang pacar. Jalanan macet membuat Miss Aktivis Twitter gusar.

MissAktivisTwitter Frakk! Ini mobil kenapa parkir semua di jalan sik? Akyu kan mau jemput patjar. :'(((


MissAktivisTwitter Aaaaaakkkk! Beteeee. Macet bangeeeet. :'(((


MissAktivisTwitter Okay, think a happy thought. Think... KOWAWA! (´▽`)/


MissAktivisTwitter
Kayaknya telat ini jemputnya. Maaf, ya patjar. :'((

Dan memang, sang pacar telah mendarat. Ia agak heran karena Miss Aktivis Twitter tidak ada di pintu kedatangan. Tapi karena mengira Miss Aktivis Twitter menyetir dan ia takut mengganggu konsentrasi , sang pacar tidak meneleponnya.

...

Satu jam kemudian --- tidak usah diceritakan apa yang terjadi selama satu jam. Miss Aktivis Twitter tidak menelepon, lupa, karena ia keasyikan mengicaukan kegusaran akan macetnya jalan raya melalui twitter --- akhirnya Miss Aktivis Twitter pun tiba di bandara.

Berdasarkan BBM yang diterimanya, sang pacar telah menunggu di salah satu resto cepat saji di salah satu terminal di sana. Terburu Miss Aktivis Twitter menuju ke tempat itu.

'Pacar!' Seru Miss Aktivis Twitter begitu melihat sosok yang begitu dirindukannya. Mereka pun berpelukan, melepas rindu. Miss Aktivis Twitter memesan makanan dan duduk di hadapan Sang Pacar.

'Aku kangen kamu. Banget.' kata Sang Pacar.
'Aku...'

Ah, mendadak Miss Aktivis Twitter teringat bahwa ia belum check in di tempat ini.

MissAktivisTwitter Lunch bersama Patjar di Bandara Soetta. Yay! (@ Soekarno-Hatta International Airport (CGK)) 4sq.com/lalalala

Dan Miss Aktivis Twitter pun terlupa meneruskan kalimatnya dengan '...kangen kamu juga.'

'Sorry ya, bebeb, aku telat, jalanan macet banget.' kata Miss Aktivis Twitter sembari meraih handphone-nya. Oh, memotret dan mentwitpic makanan saat pagi, siang, malam adalah ritualnya.

MissAktivisTwitter Lunch. Makanan sampah aka junk food bareng patjar. Itadakimasu!!! ^^ http://yfrog.com/abcdef

Kemudian diletakkannya handphone setelah ia yakin bahwa foto makanannya terpublikasi dengan sukses.

Miss Aktivis Twitter menjumput ayam goreng krispi khas resto makanan cepat saji tersebut dengan tangan kanan. Handphone ia letakkan di dekat tangan kiri. Oh, tentu saja, tangan kiri ia biarkan bersih, siapa tahu ia harus meraih handphone segera.

'Nggak apa-apa, Beb.' Sang pacar tersenyum. Senyum yang membuatnya terlihat tambah tampan --- menurut Miss Aktivis Twitter.

Tangan kirinya meraih handphone.

MissAktivisTwitter Patjar unyuu bangeeeeet. Yang lain nggak boleh protes. #baladaLDR #tapiLagiKetemuanDong #sombong

Serta merta, tweet seperti itu mendapat banyak reaksi mention. Ada yang bilang, ciyeee. Ada yang bilang prikitiwww. Dan sesama 'penderita' hubungan jarak jauh yang tidak sedang dikunjungi pasangannya membalas dengan : Envyyyy.

Sang Pacar memerhatikan Miss Aktivis Twitter yang sibuk tersenyum-senyum sendiri menatap handphone-nya.

'Sayang, makan dulu dong.' Kata Sang Pacar.
'Eh iya,' Miss Aktivis Twitter meletakkan handphone-nya.

Sang Pacar punya banyak cerita. Tentang kekhawatirannya akan penerbangan kali ini. Tentang betapa selama ia menunggu, ia berdoa supaya pilot yang membawa pesawat yang ia tumpangi tidak menenggak apapun yang mengganggu kewarasannya. Tentang orang yang duduk di sampingnya selama penerbangan yang ternyata tetangganya di masa kecil. Tentang...

'Tau nggak, tadi aku...'

Miss Aktivis Twitter yang hanya memesan satu paha ayam telah menandaskan makanannya. Ia kembali meraih handphone-nya. Memotret tulang ayam.

MissAktivisTwitter Emang fried chicken-nya semua resto makanan sampah itu endangnya nendang yaa! ^^ http://yfrog.com/hijklm


Dan foto tulang ayam tersebut, entah kenapa mendapat banyak respon, kembali Miss Aktivis twitter sibuk membalasi satu persatu.

Sang Pacar kembali memerhatikannya.

'Eh kenapa tadi? Kenapa?' tanya Miss Aktivis Twitter. Ia baru sadar bahwa tadi Sang Pacar hendak menceritakan sesuatu.
'Nggak. Yuk udah ah. Pulang yuk. Aku capek.' balas Sang Pacar.

...

Dan jalanan masih macet ketika mereka pulang. Kembali Miss Aktivis Twitter gusar setengah mati. Iya, menyetir tidak menyetir, ia membenci macet. Tweet omelannya yang terkenal kocak membanjir. Ada yang me-retweet ada yang merespon. Semakin sering ia mengetwit, semakin sibuk pula ia membalasi mention satu per satu.

Sang pacar hanya memerhatikannya sepanjang perjalanan, sampai tiba di rumah Miss Aktivis Twitter.

'Aku nggak masuk ya? Besok aja aku ke sini maleman.' kata sang pacar.
"Kenapa?"
"Aku capek banget. Belum tidur bener selama UAS kemarin. Istirahat dulu yah.' kata sang Pacar sambil mencium kening Miss Aktivis Twitter.

Miss Aktivis Twitter yang sudah berharap Sang Pacar masuk ke rumah kontrakannya kecewa. Tapi demi melihat wajah kuyu dan loyo pria yang sangat dicintainya, akhirnya ia izinkan juga Sang Pacar pergi.

MissAktivisTwitter Hiks, ga jadi pacaran lama-lama. Patjar pulang duyu, kecapean. :'((( #baladaLDR


Lagi, banyak tanggapan yang masuk. Semuanya kocak, membuat Miss Aktivis Twitter tertawa-tawa.

Sang Pacar menghela napas, masuk ke dalam taksi, menutup pintu dan menyuruh supir taksi untuk melaju, meninggalkan Miss Aktivis Twitter yang sibuk membalasi mention satu per satu, sambil berdiri di depan rumahnya.

Bukan kisah nyata. Tapi sekedar freewriting yang sudah mengalami penyuntingan
Sumber gambar : gettyimages.com

Blog Widget by LinkWithin