Awalnya ini tentang saya. Iya, saya. Saya yang sekarang lagi rajin mendokumentasikan apapun yang saya pakai setiap hari di mengunggahnya di facebook dalam folder khusus. Saya yang sering membuat tutorial dandan-berdandan di http://www.looxperiments.com. Nggak ada maksud apa-apa sih. Doyan saja. Disebut pamer juga bisa. Anggap saja sama dengan orang-orang yang mengunggah foto-motret-sendiri atau foto 'lihat-balita-saya-sedang-lucu-lucunya!'Iya, awalnya tentang saya.
Mereka bilang kenapa saya jadi ganjen dandan-berdandan. Mereka tidak tahu dari dulu saya memang ganjen *eh*.
Ya nggak segitu gila dandannya sih saya. Saya hanya suka berpenampilan rapi dan baik, sambil sekali waktu eksperimen dandan atau berpakaian. Salahkan ibu saya, karena dari kecil dibiasakan untuk selalu berpenampilan baik dan dilarang dekil. Eh, jadi ingat, waktu kecil, sekitar umur 5 tahun, saya menolak memakai baju yang disiapkan nenek setelah mandi dan hendak pergi ke satu tempat. Kata nenek saya, saya menolak karena baju yang disiapkan adalah baju rumah, bukan baju untuk keluar rumah. Padahal baju rumah-nya nggak jelek juga. :D
Cuma baru sekarang-sekarang saja saya menampilkan keganjenan saya di media sosial. Ya iyalah baru sekarang, dulu kan mana ada itu Facebook-lah, Twitter-lah.
Sekarang ini, saya lebih memilih untuk berkata dalam hati 'Apa kata lo lah, Nyet', setiap ada yang mengomentari, dan hanya menampakkan cengiran. Habis dari yang sudah-sudah, kalau ditanggepin, jadinya ribut. Nah, begitu pula dengan komentar mereka.
'Ya wajarlah dandan banget, kan masih single, biar laku. Kalau sudah nikah sih, kan nggak ada yang pengin dibuat terpesona.' yang ngomong memakai t-shirt yang lebih pantas dijadikan pakaian tidur.
Walaupun sangat gatal untuk membalas,'Biarpun nanti misalnya saya nikah, saya sih tetap menolak berpenampilan dekil seperti buntelan kentut gitu.'
Tapi ya sudahlah ya, nyengir saja. Tokh, tuduhan mereka salah, saya nggak dandan-berdandan sebagai trik cari laki. Saya dandan berdandan, karena saya terbiasa dan saya suka. Titik.
Eh nggak dinyana, tanpa perlu mengeluarkan argumentasi apa-apa, mendadak orang lain, yang ada dalam kelompok tersebut menyanggah. Mereka telah menikah, dan mereka setipe dengan saya : ganjen dandan-berdandan.
'EEEH, jangan gitu juga loooh. Sebagai perempuan menikah, kita juga harus tetap menjaga penampilan, nggak mau kan suami kita berpaling ke perempuan lain, gara-gara kita nggak dandan, nggak jaga bentuk badan?'
Pernyataan ini, membuat topik pembicaraan menjadi bukan saya lagi.
Kata perempuan-perempuan-nikah-dandan ini, mereka malah justru semakin menjaga penampilan dan bentuk badan setelah menikah. Untuk mempertahankan suami, supaya nggak 'gatal-gatal' di luar.
Dan saya ternganga mendengar berbagai usaha mereka, menjaga pola makanan gila-gilaan, berolahraga gila-gilaan, merawat diri di salon teratur, di rumah teratur, dengan misi supaya suami tetap tergila-gila pada mereka. Pasti biaya perawatannya mahal.
Obrolan benar-benar bukan tentang saya lagi, tapi tentang mereka.
Yang satu bilang, kalau sampai berpaling karena bodi, maka cinta suami sungguh dangkal. Yang lain panas, bilang, bahwa pria adalah mahluk visual yang akan serta merta beralih pada yang berpenampilan kinclong, kalau setiap hari disuguhi tampang berminyak bodi berdaster.
Mereka jadi cela-celaan. Dan suasana memanas.
Saya jadi berpikir, kenapa perkara dandan doang jadi pada ribut ya? Mbok ya bebaskan saja. :D
Tapi, ah biarlah. Seru banget, lho, selama topik pembicaraan bukan saya. :)
sumber gambar : gettyimage
4 komentar:
ah, berdandan itu menyenangkan kok kak
seriously deh, bikin hati bhagia (eh, apa buat aku aja? tapi bener kok)
aku juga sering bgt dkatain lebay lah, kebanyakan gaya lah, apa lah. hah, sebodo teuing lah.
tapi bener kok, bdandan dan brpenampilan rapi itu menyenangankan :D
anyway,
salam kenal kak :D
Berdandan atau ga berdandan itu adalah hak setiap umat manusia, mereka punya pilihan
hahaha nice post!
dulu pernah ada masanya abis melahirkan gw males dandan, abis bodi masi gendut banged, dandan kaya apa juga tetep jelek *menurut gw* Eh diprotes suami, katanya gw gak terlihat menarik lagi karna saban ari dasteran kumel yg buat nyusuin.
skarang bodi gw dah singset, gw seneng donk dandan2 ria n experimen pake baju apa. Eh skarang mala diprotes lagi katanya lama bgt klo dandan (well padaal cman 30 mnt lo, ade gw bisa 2 jam klo dandan). blm lagi klo gw perawatan2 ke salon trs, bisa manyun suami.
Jadi intinya lelaki itu pengen istrinya tampak cantik, kinclong, yahud, tapi tidak ingin melihat prosesnya (apalagi tagihan kartu kreditnya) hahaha
hahahhahahhaha....dandan tidak dandan...yg penting nyaman?
Dulu aku seblum nikah... gak mikirin dandan...gak laku? eih..buktinya aku nikah... yg pasti aku enjoy dan nyaman.
Sekarang setelah nikah? aku hobi memperhatikan dandanan, untuk apa? untuk kenyamanan... nyaman di aku.. nyaman untuk suami... bgaimana tidak semangat dandan? klo aku dah usaha yg terbaik dan enak dilihat, dpt senyuman manis suami?... mana tahan untuk tidak dandan..hehhehehehhehehhe....
Poskan Komentar