Saya curiga, masyarakat sebenarnya phobia deh sama mahluk-mahluk lajang. Coba aja, kalau ketauan status seseorang lajang, dan nggak keliatan punya pacar, pasti orang-orang sekitarnya sibuuuuk banget ngejodoh-jodohin orang tersebut. Kadang-kadang perjodohannya terselubung. Jadi pas diajak ketemuan, si lajang ini nggak tau niat dibaliknya, baru ketauan setelah ada di lokasi. Dijebak.Ada juga sih perjodohan yang dilakukan secara terang-terangan, orangnya bilang dengan jujur kalau dia berniat mau ngejodohin kita dengan entah-siapalah. Kalo gini kan enak, kita bisa nolak, walaupun ada juga yang sedikit memaksa dan bilang'yah, tega lo nolak, gue udah bikinin janji kalian ketemu' (lagian siapa yang suruh sih? :D)
Anyway, 'usaha menjodohkan para lajang' yang kayak gini emang isu lama sih, udah dari dulu. Saya juga nggak ngerti, kenapa masyarakat nggak move on-move on. Saya curiga sih bakal lama banget fenomena *tsah* seperti ini berlangsung, lha wong pemakaian 'sesuatu banget' dan 'alhamdulilah' ala Syahrini aja nggak kelar-kelar sampai sekarang. :))
Okay, sampai mana tadi?
Oh, Syahrini. :D
Nggak deng.
Jadi ceritanya seorang kawan baru putus, dan begitu mengetahui bahwa dirinya putus, orang-orang di sekitarnya mendadak sibuk untuk menjodohkannya dengan entah siapa-lah.
Dan satu saat ia dijebak! Salah seorang saudaranya sok mengajak ketemu untuk membicarakan pekerjaan dengan seseorang, tapi ujung-ujungnya ditinggal. Nggak perlu jenius lah ya untuk menyadari bahwa itu adalah salah satu bentuk perjodohan.
Ketika ia menyadari situasi, langsunglah ia merasa gerah dan menelepon saya dari toilet. Ia meminta saya untuk menelepon sekitar 15 menit dari waktu ia menelepon. Sebagai kawan yang baik, saya menurut dong, saya telepon dia 15 menit kemudian, dan respon-nya :
'Oh, ada yang harus direvisi ya Pak? Okay, saya kerjakan segera, satu jam lagi selesai dan saya kirim...' lalu... klik. Telepon ditutup.
Trik lamaaaaaaa :))
Saya yakin, setelah menutup telepon, kawan saya akan berpura-pura panik dan memaksa pulang, dengan alasan, ada kerjaan urgent.
Yang dilakukan kawan saya adalah salah satu trik lama kabur dari kencan pertama yang tidak diinginkan, and it always works. ;-)
Tapi selain trik lama minta teman telepon, lalu membuat seolah-olah itu adalah panggilan urgent yang bikin kamu harus cabut, ada beberapa trik yang berhasil saya kompilasikan (dari pengalaman pribadi dan pengalaman teman-teman lain)
(1) Selalu ngobrolin tentang mantan dan puji-puji mantan. Ya siapa sih yang nggak ilfil, alias males dengerin teman kencannya belum move-on dari mantan.
Catatan : tapi ada juga loh orang yang senang bersikap sebagai wadah curhat, jadi lo cek aja dulu, kalau reaksinya setiap kamu ngomongin mantan adalah ingin tahu dan memberi nasihat, gugurkan trik ini. :))
(2) Bilang bahwa kamu nggak nyari pacar tapi mau cari suami/istri, lalu selalu ngomong tentang 'kita' dan 'komitmen', buat seolah-olah kamu sama teman kencanmu sudah pasti bakal menikah, setidaknya bulan depan.
Catatan : tes 1-2-3 dulu, kalau ternyata teman kencan kamu adalah orang yang memang desperate nyari istri/suami, trik kayak gini malah menjebak kamu. Tau-tau dilamar kan nggak lucu. :))
(3) Pura-pura sakit kepala, atau kram perut karena menstruasi (yang cewek), dan butuh untuk segera pulang. Tolong perkuat dengan bahasa nonverbal-nya ya, jangan ngaku sakit, tapi cengegesan.
(4) Pura-pura ditungguin orang rumah, ibu kost, harus kasih makan kucing/anjing. :)))
Catatan : Nomor 1 -4 bisa juga dipakai sebagai trik buat ninggalin crowd nongkrong baru yang nggak sesuai sama kamu.
(5) Versi raja/ratu tega : pura-pura ke toilet, terus cabut. Ini bukan ide saya, tapi ide-nya @ariemaduddin)
(6) Pakai bahasa nonverbal sebagai alat, menguap, topang dagu, nggak senyum, ditanya-jawab-ga balik nanya (idenya @gabriellegultom)
(7) Pura-pura numpahin minuman ke baju, dan kamu harus pulang karena baju basah. Lakukan ini kalau semua trik nggak berhasil.
Catatan : jangan pakai baju favorit, mahal atau pesan minuman yang bikin noda di kain.
Dan yang ke (8) sebenarnya adalah cara yang paling hemat energi, tapi entah kenapa, nggak banyak orang yang mau memakainya, karena ngerasa nggak enak, yaitu : bilang aja terus terang -- 'eh kayaknya nggak bisa deh, gue nggak ngerasa cocok sama lo...' .
Beberapa kawan memberi testimoni bahwa trik no.8 ini ternyata sering berhasil dengan baik, ada yang kencannya langsung berakhir, ada yang mendadak suasana jadi cair, karena teman kencannya tiba-tiba curhat 'iya, gue juga dijebak, gue ga mau dijodoh-jodohin gini' --- dan mereka malah jadi cekikikan ngetawain perjodohan mereka; suasana pun jadi fun.
Kayaknya emang benar ya, jujur itu lebih hemat energi. :)
Aanyway, bagaimana caramu melarikan diri dari kencan jebakan yang tidak kamu inginkan?
Sumber gambar : kellyseal.com
2 komentar:
maaf ya agak mual, maklum lagi hamil muda *trikkabur
muahahaha
boleh gak makanannya dibungkus buat anak2 gw di rumah? *dzighhhh
Poskan Komentar