Selasa, Mei 10, 2011

Under A Microscope

"Eh eh eh liat ini deh, Luuun...." Debbie berbisik excited sambil mencolek-colek lengan Luna. Selalu dua orang ini. Sedari tadi mereka kasak-kusuk sendiri, sibuk dengan netbook masing-masing, menjelajah twitter dan facebook, memanfaatkan fasilitas wi-fi cafe ini.

Mereka sama sekali tidak memerhatikan Jana, sahabatku yang sedang menyampaikan materi tentang menulis fiksi di kelas menulis sore ini. Oh ya, kebetulan sore ini aku diminta sahabatku untuk membantunya mengajar. Cafe ini miliknya, dan kelas menulis ini adalah salah satu aktivitas yang sedang dicobanya untuk menjadi program rutin.

Mau ditegur, tapi Debbie dan Luna sudah gede tua gitu --- jadi biarlah. Tokh mereka sendiri yang rugi, sudah bayar, tapi nggak dapat apa-apa karena sibuk bergosip sendiri. Kurasa Jana menyadari bahwa mereka berdua memang tidak pernah memerhatikan, tapi ia mengambil sikap sama : bodo amat, pokoknya udah bayar. :)

Namun tak urung, kasak-kusuk Debbie dan Luna cukup menyita perhatian saya. Luna memiringkan kepalanya, lalu tampak cekikikan.

Dasar kepo, akhirnya saya jadi memerhatikan mereka sepenuhnya. Kelas ini bukan tipe kelas formal di mana peserta harus duduk rapi di kursi (bermeja) seperti kelas kuliah, tapi lebih ke kelas informal, meja-meja cafe yang digabungkan dan para peserta duduk berkeliling. Jarak saya dan Luna serta Debbie cukup dekat, kami bersebelahan; sehingga mudah bagi saya untuk mengamati mereka. Ya maab. Kepo tak tertahankan.

Ternyata mereka lagi membahas perubahan relationship status seseorang di facebook. Kayaknya sih ya kawan mereka ya.

"Putus juga akhirnya si Lita." bisik Debbie.
"Hihi, iyaaaa. Udah pamer-pamer mesra-mesraan di FB sampe bikin orang gerah, eh putus." balas Luna.
"Gue udah lama nunggu orang ini putus sih, penasaran aja, kalau lagi jadian kan mesra, sayang-sayangan di wall sampai bikin enek, kalo putus kek gimana." Debbie menggerakan mouse mini-nya, mengklik sesuatu.
"Wih, album foto 'tentang kita' udah ilang!" celetuk Luna.
"Iyaaa.. bentar-bentar... eh, eh, eh, foto-foto hasil tag-tagan yang ada mereka bedua juga udah di untag."
"Jiaaah...."

Lalu mereka cekikikan.

"Si Erna tuh, baru jadian sama Bismo, gayanya mirip-mirip dengan Lita, menyek-menyek. Ini bikin lebih enek, baby talk gitu di wall. Ih jijik. Ini nih, gue doain putus, biar seru."

Lalu cekikikan lagi. Saya memerhatikan Debbie mengetikkan sesuatu. Okay, dasar kepo, saya pun memiringkan kepala mendekat. *ih maab dong!*. Saya melihat Debbie menuliskan : Litaaa, be strong yaaaa! *Peyuks*

Heh? Saya mengerutkan kening. Bukannya tadi mereka nyela-nyela dan ngetawain? Lah terus komentarnya kenapa berbaik-baik gitu?

Anak muda zaman sekarang, yaaaa.

Halah.

***

Sesungguhnya saya merasa bahwa dunia maya, atau media sosial khususnya, bukanlah tempat yang tepat untuk 'jujur-jujuran' menceritakan semua hal kecil sampai detil tentang kita --- atau bahasa yang sering saya pakai adalah membuka-buka isi perut (ya di dunia nyata juga nggak sih). Kenapa? Karena dengan melakukan itu, berarti kita memosisikan diri kita under a microscope. Kita membiarkan orang-orang mengamati apa yang terjadi pada kehidupan kita.

Salah satu (dari sekian banyak) hal domestik yang nggak perlu dipaparkan terbuka dan detil di media sosial adalah kisah perjalanan percintaan kita dengan pasangan masing-masing; kalau hubungan lagi hangat-hangatnya, banjirlah status/tweet soal cinta-mehek-mehek banget dengan pasangan (pake dimention!), nah waktu lagi berantem, eh segala caci-maki menuh-menuhin feed atau timeline. Atau cerita-cerita soal tempat tidur dan upload berbagai pose nan mesra dengan pasangan.

Ya orang-orang di social media nggak perlu tahu tentang urusan domestik kita . Saya pernah dengar ada yang bilang 'kita nggak pengen tau apa yang terjadi dengan relationship lo atau di tempat tidur lo' --- tapi, sejujurnya, orang-orang merhatiin loh. Er, untuk ngetawain, atau ngegosipin. Tepat seperti yang dilakukan oleh Debbie dan Luna dan iya, saya juga deh . Bahkan ada juga yang nungguin putus, semata karena penasaran, kalau sudah super-mesra, pas hubungan bermasalah, gimana ya di dunia mayaaa? Ini bukan saya, tapi ada-lah.

Beneran saya nggak bisa bayangin kalau saya udah 'tayang-tayangan' di dunia maya dengan mas Patjar, tau-tau hubungan saya dan dia nggak lancar atau *ketok meja* putus. Ih nggak kebayang awkwardnya. :)

Beberapa kawan (yang sempat pamer kemesraan terus putus) mengaku ada loh proses beres-beres pasca putus di dunia maya. Kata mereka, ketika berganti relationship butuh untuk ganti juga di media sosial, ya iyalah, kalau putus, tetap mempertahankan status 'in relationship', kapan laku (lagi)? Nah ketika berganti status, mendadak mereka mendapat serangan pertanyaan dan simpati (antara simpati beneran, atau pura-pura seperti Debbie dan Luna, nggak ada yang tau pasti).

"Padahal kan kalau baru putus, males ya bok ditanya-tanya" itu pengakuan salah satu kawan.

Lalu ada proses menguntag foto-foto berdua yang diunggah kawan-kawan, dan proses menghapus folder bernama 'Me and my sweetheart' (atau nama sejenis) yang isinya foto mesra berdua.

"Ya itu biar masing-masing bisa move-on dong yaaa...."

Ya, entahlah, apa kontribusi untag dan hapus foto bedua sama move on, saya juga nggak begitu jelas. Move on sih masalah hati yang sudah bisa menerima, bukan masalah untag/hapus foto berdua (atau balik-balikin barang pemberian. Ha!)

Mendengar cerita mereka, saya merasa bahwa 'pamer relationship di dunia maya' kok ya bakal nambah-nambahin masalah kalau *ketok meja* hubungan kita dengan pasangan tidak berakhir menyenangkan ya? Padahal keribetan di dunia nyata, kalau hubungan berakhir aja sudah cukup nyebelin. :)

Makanya saya males untuk memperlihatkan hal-hal yang terlalu domestik di dunia maya. Banyak orang yang butuh hiburan soalnya --- dan saya nggak mau jadi objek, nggak mau meletakkan diri saya under a microscope, emangnya saya amuba! :D

Yaa itu kalau saya sih.

Eh ini sekedar iseng, saya sempat mengeluarkan asal teori (tapi berlaku untuk orang-orang tertentu sih); bahwa keadaan relationship seseorang itu bisa dilihat dari relationship statusnya di dunia maya :

(1) married/engaged (padahal baru jadian) artinya hubungan sedang aman banget, lagi panas-panasnya malah.
(2) In relationship - artinya hubungannya sedang aman-aman saja, ya biasa-biasa ajalah.
(3) It's complicated - artinya hubungan sedang gonjang-ganjing, labil antara mau putus atau nggak.

Anyway, abaikan teori saya :D

....

"Yak, lo mau nambahin?" kata Jana mendadak. Ia menatap ke arah saya.

Semua mata peserta kelas menulis terarah pada saya.

"E-eh." saya megap-megap. Nambahin apaaa?

Jana pun mendelik.


Sumber gambar : gettyimages.com

8 komentar:

Ladyonthemirror mengatakan...

Di facebook ngga ada tuh photo2 super mesra atau kata2 suamiku istriku, seperti rumah ada ruang terbuka ada ruang privasi, nah untuk masalah privasi hanya aku dan suami yang tahu mesranya kita berantemnya kita, orang lain ngga perlu tahu deh...he...he..entar kalo aku lagi marah-marahan...trus jelek-jelekin suami, mantan pacarku atau mantan suami pada syukurin...he..he...jangan terlalu percaya juga lelaki yg mesra2 banget muji2 pasangannya di status siapa tahu di rumah suka ngebully istrinya atau suka selingkuh.

Anonim mengatakan...

Sukaa ceritanya (loh kan tadi udh klik..hehe) tapi beneran ini mengena banget. Bener banget tuh jangan expose hal pribadi. apalagi di twitter atau facebook yg penuh dengan hantu2 pengamat:)

soe the blogwalker mengatakan...

baru aja lihat status temen : "nge fans berat ma pacar sendiri!" wih... sweet ya bow... Tapi kok rasa lebay ya? Tapi, benernya saya juga geli ama pasangan yang "sok tak dekat-sok tak cinta" di depan orang lain. Misalnya : ga mau nggandeng pasangan d depan umum, ato ngomong "gw ngga cinta2 yg gimana gitu dulu!" sambil nunjuk pasangan nya.... Itu juga lebay :)

kenapa sih, ga bs jujur dan sewajarnya aja??
Ga tahu kenapa, kalo lihat kemesraan orang lain yg "wajar dan secukupnya" hati saya jadi damai dan penuh syukur loh! :)

kittenholic mengatakan...

Kalo buat saya yang sanguine dan cukup suka cerita dengan siapa saja dan dimana saja, "curhat" di social media itu jadi godaan besar. bener tuh yg mbak bilang, kalo lagi berbunga-bunga pengen semua orang tau, tapi kalo lagi sebel-sebelan, juga rasanya pengen nyindir-nyindir (eh tapi saya ga sampe maki-maki sih).

tapi untung saya masih bisa nahan diri dengan alesan seperti yg mbak blg juga, nanti malah digosipin orang hehe. jadi pada akhirnya, saya 'cuma' curhat hal yang positif-positif aja dan dengan disortir kontennya, biar ga terlalu "menyek-menyek" hihi.

Yah kalo positif sih harusnya ga sedashyat itu ya dampaknya :p

Anonim mengatakan...

diluar konteks ngga kalo mau komen tentang newly weds yang umbar kemesraan di wall fb?

kalo mereka betengkar kyk apa ya? :D

Anonim mengatakan...

Kalo status Married but the real is single artinya apa donk? :P

Tapi ga cuman buat pasangan yg lagi "hot-hot" nya, ada banyak juga "lajangers" yang posting sharing "menyek-menyek" di facebook, kesannya "sok-alim,sok baik" (ceritain orang yang jahatin dia lha, dll), kalo emang baik and alim ngapain pake conference pers di facebook yah.
Intinya sih kebanyakan orang, mo itu single, in relationship or married suka jadi pusat perhatian, makanya mereka publish deh hal domestic pribadi and berharap ada yang comment balik or malah merhatiin, lebih berasa jadi seleb juga kali yah..hehehe..

Anonim mengatakan...

Ada juga yang suka posting seperti "lagi makan nih" or "lagi ngopi nih", so what?

Anonim mengatakan...

ini lucu bgt loh crita.
Dan emg kenyataan. Klo lg baik, mesra2an muluk. Tp klo lg marahan sampe semua penghuni kebun binatang disebutin. Hihi lucumuluk. Tp klo lg marahan sampe semua penghuni kebun binatang disebutin. Hihi lucu

Blog Widget by LinkWithin