Sabtu, Januari 30, 2010

Ngomongin Status Dunia Maya: It's Complicated.

Baru saja saya log in ke dalam facebook saya, di halaman depan terjembreng notifikasi seorang kawan lama:

Yuniarti Diana (ini nama ngarang, sebut aja namanya gitu) is in a complicated relationship.

Dan di bawahnya terdapat beberapa 'jempol' like. Duh, saya jadi mikir, orang yang mengklik 'like' untuk status, atau update orang lain itu sebenernya ngerti nggak sih maksud dari status atau update orang yang yang bersangkutan?

Lalu saya pun iseng komentar 'Yang complicated mah idup aja, relationship nggak usah ikut-ikutan...'

Maksudnya becanda. Lalu mungkin yang bersangkutan sedang online ya, karena mendadak ada jawaban : 'Sialan lu, Nyet.' :))

Anyway, gara-gara itu, saya jadi penasaran, menyelidiki ada berapa jenis status relationship sih, yang disediakan oleh facebook?

Ternyata ada 7 jenis! Banyak ajaaa. Boros bener.

  1. Single
  2. In A Relationship
  3. Engaged
  4. Married
  5. It's Complicated
  6. In an open relationship
  7. Widowed.
Sejak jamannya friendster, saya ngerasa status yang paling nggak jelas adalah : 'It's Complicated' dan 'in relationship'.

Apaan sih, it's complicated itu? Apaan sih, 'in relationship' itu?

Hubungan yang kayak gimana yang bisa dikategorikan dengan 'it's complicated' ? Dan yang gimana yang 'in a relationship' ?
.
'Ada yang bilang bahwa it's complicated itu mengkategorikan orang yang dibilang pacaran enggak, tapi dibilang nggak pacaran,kelakuan kayak orang pacaran --- ya semacam HTI (Hubungan Tanpa Ikatan), HTS (Hubungan Tanpa Status) atau TTM (Teman Tapi Mesra.Duh, Duo Ratu banget ye).

Sedangkan 'in relationship' itu yang pacaran.

Aneh.

Bukannya HTI, HTS dan TTM itu masuknya malah justru ke 'In an open relationship'?

Kalau kata wikipedia sih :

An open relationship is a relationship in which the participants are free to have emotional, spiritual and/or physical relationships with other partners, often within mutually agreed limits. If a couple in an open relationship are married, it can be called an open marriage.

Lagipula, kalau misalnya seseorang berada dalam HTS/HTI/TTM, itu sebenarnya mereka sudah berada di dalam 'relationship' itu sendiri? Semua pelaku HTS/HTI/TTM, ya bisa saja dong menuliskan 'in relationship' --- 'in relationship' yang tanpa status,'in relationship' tanpa ikatan, 'in relationship' teman tapi mesra.

Bahkan status married pun masuk ke 'in relationship' juga,kan?

Mau bentuk apa pun ya relationship!

Jadi inget, obrolan saya soal status di jejaring pertemanan yang cenderung lebay nggak guna ini. Pada akhirnya, kami berkesimpulan, sebenarnya kalau soal status relationship nggak usah segitu banyak pilihannya lah, dua cukup : belum nikah artinya single, sudah nikah artinya married. Atau tiga, boleh lah, buat yang statusnya in between, jomblo nggak, tapi nikah juga nggak : dating (nggak masalah mau masih pacaran, udah tunangan,mau bentuknya HTS, HTI,TTM).

Bahkan status divorced dan widowed juga nggak penting. Buat yang divorced/widowed dan belum punya pasangan lagi ya bilang aja single, sedangkan yang sudah punya dan belum nikah, ya bilang dating. You don't need to put too much information on the net right?

Seperti biasa, saya itu senang sekali mikirin hal-hal yang nggak penting. Biarin aja orang mau bilang, dengan gitu hidup jadi nggak tenang dan tenteram --- hey, otak itu buat dipake kan? Berkarat kalau nggak :D

Saya jadi mikirin dan sempat membahas dengan Marco soal 'it's complicated' ini.

"Mungkin complicated karena berhubungan dengan orang yang udah nikah kali?" celetuk Marco asal,"Ribet banget kan tuh?"
"Bisa jadi, udah gitu, istri/suami sah-nya tau dan ngamuk tapi nggak mau dicerai. Lebih kompleks lagi. "

Dan pembahasan kategori it's complicated, mendadak jadi complicated dan berujung kami ketawa-ketawa sendiri.

Baru sore ini saya dapat pencerahan dari seorang blogger jadul, Mbak Neenoy, dia bilang : 'Temen gue yang udah married nulis it's complicated tuh, soalnya semua relationship kan complicated.'

Ah benar juga!

Kalau begitu.... seharusnya yang namanya status itu nggak usah sampai tujuh segala dong, cukup satu saja : it's complicated --- mencakup semuanya!

Jadi, facebook nggak perlu lebay bikin tujuh pilihan! :D

....

Barusan, saya kembali log in ke facebook. Si kawan lama ini, yang namanya saya ganti jadi Yuniarti Diana mengirimkan pesan.

"Halo, apa kabar? Dah merit?"

Deuu.

Dan saya balas,"Belum, tapi nggak complicated. Hihi, pis ah."

Dalam beberapa jenak mendadak saya dapet balasan lagi "Deuh, ngeledek aja, nggak berubah lo. Kenapa nggak naro status relationship sih di FB?'

Er...perlu?

Dan saya pun bilang 'Ngapain bilang-bilang?:D'

Saya memang termasuk orang yang memilih untuk nggak memproklamasikan status relationship saya di jaringan pertemanan maya. Jangankan mengunggah foto berdua pasangan, bahkan untuk menuliskan status saja saya ogah. Untung saja di facebook ada pilihan 'nggak usah bilang-bilang' :P (Ini sebenarnya efek kapok sih :D)

Ada yang nyela, saya seperti arteys saja, menutup-nutupi status relationship.

Ya bukan gitu juga kaleee. Ini saya lakukan, soalnya saya melihat beberapa teman, yang pas putus dan mengganti status (terutama) di facebook, mendadak mendapat serangan pertanyaan bertubi-tubi, gara-gara ada notifikasi update statusnya. (Duh, facebook itu bawel bener yee). Padahal kan, (kalau saya sih) sehabis putus, suka males aja kali ditanya-tanya. Lalu, teman-teman saya ini,setiap putus, sibuk meremove foto-foto bersama si Mantan (yang sudah terlanjur banyak terupload)

Saya pernah mencela mereka, 'Kayak ABG aja sih, jadian upload foto-foto bareng, begitu putus, diapus-apusin."

Cuma mendengar alasan mereka, ya masuk akal, ada yang bilang : 'Kalo nggak gue apus-apusin, ya orang mana tau kalo gue udah single lagi? Kan selama pacaran gue pastur (pasaran turun), begitu putus, harus naikin pasaran dong. Biar dapet pacar baru lagi..."

Ada juga yang bilang, mereka menghapus-hapus foto tersebut, untuk moving on dan mencegah hal-hal yang nggak enak untuk relationship berikutnya.

Masuk akal banget.

Dan ada kasus yang nggak enak tentang penggantian status dan penguploadan foto dengan pacar ini, salah seorang teman saya mendapat cap buruk 'tukang gonta-ganti pacar'.

Males dan repot aja ya bo?

Kalau untuk yang sudah nikah sih, bisa dikatakan beda kasus kali ya? Kan yang namanya nikah, pisahnya nggak semudah yang pacaran. hehehe.

Jadi, mending nggak usahlah sekalian.

Eh mumpung bahas soal status, ada satu lagi nih, saya juga masih nggak ngerti dengan orang-orang yang suka merubah status dari single ke married (padahal sebenernya nggak ada perubahan status di dunia nyatanya),untuk kemudian diganti lagi jadi it's complicated, lalu ke widowed dan divorced. Ngapain sih iseng bener? :))

Anywaaay, pada akhirnya, status di dunia maya nggak penting.Yang penting status di dunia nyata. Eh itu kata saya lho ya... :)

Sebuah artikel menarik tentang Status Facebook bisa dibaca di sini : http://www.time.com/time/business/article/0,8599,1895694,00.html

Sumber gambar : biasa, gettyimages.com

Life is relationships; the rest is just details. (Gary Smalley)


15 komentar:

-maynot- mengatakan...

Kalau kata suami gw, yang selalu pasang status "It's Complicated" sejak jaman Friendster, "complicated" itu artinya "married" :) Pernah ada yang nanya kenapa begitu, terus jawabannya......

"Emang loe pikir kalau married terus semua jadi nggak complicated? Malah tambah complicated, lageee!"

:)

Tiiew mengatakan...

jadi, intinya.. facebook = biang gosip! ha.. xD

uthie mengatakan...

aku pernah baca di majalah, it's complicated juga bisa dipake sama mereka yg single.

maksutnya, it's complicated to find the right one :p

didot mengatakan...

pernah bikin suatu statement : yg statusnya complicated berarti orangnya juga complicated:)

soalnya saya sih cuma pernah masang status dua aja: single or in a relationship (belum nikah juga soalnya:D )

itu aja pernah dimarahin pacar gara2 lupa ganti status udah lama pacaran (3 bulan sih,heheh)

anyway sekarang status gak penting itu in a relationship sih,tapi dengan account fesbuk saya yg satunya,hahaha...

fesbuk,fesbuk,dasar si fesbuk;p

Anonim mengatakan...

hihihihi
maaf jika saya berkomentar, postingan ini ga penting banget, tapi lucuuuu banget.
ah, ngomongin hal-hal ga penting itu kadang yang bikin hidup lebih hidup:)

thanks for writing.

desty mengatakan...

penting ga penting sih status fesbuk itu.
masih ingat ada yang sampai cerai hanya karena status fesbuk.. sempat rame dulu itu

TransJakarta mengatakan...

facebook memang suka aneh-aneh
tapi saya baru tau ada status widowed
widow itu janda kan?
kalau duda apa?
terus kalau lagi proses cerai statusnya apa?
divorced kali ya

sewa mobil murah mengatakan...

salam kenal aza dulu fren
thx atas postingannya

dela mengatakan...

bikin susah!!!
kadang2 pacar marah kalo misalnya saya mencantumkan status single..
huff.

desieria mengatakan...

Kalo aku mba, taunya it's complicated tuh orang yang pacaran tapi lagi berantem, bahkan hampir putus, atau ada masalah besar jadi mereka lagi break, belum putus beneran, mereka lagi berusaha memperbaiki hubungannya. gitu kalo ga salah.

Btw, aku sama mba, paling sebel sama yang doyan gonta ganti status. sebentar2 single, lalu engaged, lalu married, besoknya single lagi, padahal tau banget kalo dia beneran married pasti ngundang2 aku haha

Felicity mengatakan...

Haha :D, seru ya status di FB yang bisa diartikan macam2x, sayang nggak ada pilihan "Jangan tanya2x, bawel banget siyyy..."

Salam kenal :D

Shin-kun mengatakan...

Eh, mungkin perlu ditambahin juga status gini : 'NONE OF YOUR BUSINESS', hahahaha...

Salam kenal sobat, hehehe...

splendidofsun mengatakan...

emang suka nggak sreg liat orang pacaran terus upload2 foto pacarannya, pas putus terus delete2 foto yg udah diupload... mending gak usah diupload sekalian lah

rizkamalia mengatakan...

hahaha, lucu bangeeet!!
emang, saya juga suka geli ngelihat orang pacaran yg sering banget ngeganti status. misalnya jadi "it's complicated" pas mereka lagi berantem, trus tiba2 ganti jadi "in a relationship with" lagi pas udah baikan. kalau mereka putus, yaaa ganti lagi. udah gitu, udahannya, ngehapusin foto2 mereka setelah putus (yg udah dgn susah payah mereka upload, hehehe). menurut saya, kayak begituan cuman bikin capek sendiri aja. belum lagi, kalau ditambah sama wall-to-wall yg yaaah...kata-katanya suka lebay. apa nggak ada 'media' lain buat 'mengungkapkan' hal-hal kayak gitu ya? kan bisa sms atau telfon aja, biar gak semua orang bisa baca. menurut saya, hal-hal kayak gitu jatuhnya bikin capek (dan malu) diri sendiri aja. hehehe.. maaf kalau komentarnya agak pedes.
:)

Anonim mengatakan...

setuju sama rizkamalia....

Blog Widget by LinkWithin